SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI KUA BEBER CIREBON .....

Kamis, 24 November 2011

TATA CARA DAN PROSEDUR PERKAWINAN


  1. Tahap Persiapan
a.     Memilih pasangan, berkenalan (ta’aruf) atau pacaran baik dengan pasangan maupun keluarga, melamar.
b.     Masing-masing berusaha meneliti apakah ada halangan perkawinan baik menurut hukum munakahat maupun menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Untuk mencegah terjadinya penolakan atau pembatalan perkawinan).
c.     Calon mempelai supaya mempelajari ilmu pengetahuan tentang pembinaan rumah tangga hak dan kewajiban suami istri dsb.
  • d.     Dalam rangka meningkatkan kualitas keturunan yang akan dilahirkaan calon mempelai supaya memeriksakan kesehatannya dan kepada calon mempekai wanita diberikan suntikan imunisasi tetanus toxoid.
  • e.     dan persiapan lainnya

  1. Pendaftaran Pernikahan
a.     Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk calon Penganten (caten) masing-masing 1 (satu) lembar.
b.     Surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis/jejaka) di atas segel/materai bernilai minimal Rp.6000,- (enam ribu rupiah) diketahui RT, RW dan Lurah setempat.
c.     Surat keterangan untuk nikah dari Kelurahan setempat yaitu Model N1, N2, N4, baik calon Suami maupun calon Istri.
d.     Pas photo caten ukuran 2x3 masing-masing 4 (empat) lembar, bagi anggota ABRI berpakaian dinas.
e.     Bagi yang berstatus duda/janda harus melampirkan Surat Talak/Akta Cerai dari Pengadilan Agama, jika Duda/Janda mati harus ada surat kematian dan surat Model N6 dari Lurah setempat.
f.      Harus ada izin/Dispensasi dari Pengadilan Agama bagi :
·         Caten Laki-laki yang umurnya kurang dari 19 tahun;
·         Caten Perempuan yang umurnya kurang dari 16 tahun;
·         Laki-laki yang mau berpoligami.
g.     Ijin Orang Tua (Model N5) bagi caten yang umurnya kurang dari 21 tahun baik caten laki-laki/perempuan.
h.     Bagi caten yang tempat tinggalnya bukan di wilayah Kec. Beber, harus ada surat Rekomendasi Nikah dari KUA setempat.
i.      Bagi anggota TNI/POLRI dan Sipil TNI/POLRI harus ada Izin Kawin dari Pejabat Atasan/Komandan.
j.      Bagi caten yang akan melangsungkan pernikahan ke luar wilayah Kec. Beber harus ada Surat Rekomendasi Nikah dari KUA Kec. Beber.
k.     Kedua caten mendaftarkan diri ke KUA Beber sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hari kerja dari waktu melangsungkan Pernikahan. Apabila kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja, harus melampirkan surat Dispensasi Nikah dari Camat Beber.
l.      Bagi WNI keturunan, selain syarat-syarat tersebut dalam poin 1 s/d 10 harus melampirkan foto copy Akte kelahiran dan status kewarganegaraannya (K1).
m.    Melampirkan sertifikat suscatin
n.     Surat Keterangan tidak mampu dari Lurah/Kepala Desa bagi mereka yang tidak mampu.

  1. Perkawinan Campuran
a.     Akte Kelahiran/Kenal Lahir
b.     Surat tanda melapor diri (STMD) dari kepolisian
c.     Surat Keterangan Model K II dari Dinas Kependudukan (bagi yang menetap lebih dari 1 tahun)
d.     Tanda lunas pajak bangsa asing (bagi yang menetap lebih dari satu tahun)
e.     Keterangan izin masuk sementara (KIMS) dari Kantor Imigrasi
f.      Foto Copy PasPort
g.     Surat Keterangan dari Kedutaan/perwakilan Diplomatik yang bersangkutan.
h.     Semua surat-surat yang berbahasa asing harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penterjemah resmi.

  1. Pemeriksaan Nikah
PPN yang menerima pemberitahuan kehendak nikah meneliti dan memeriksa berkas –berkas yang ada. Setelah pemeriksaan dinyatakan memenuhi syarat maka calon suami, calon istri dan wali nikahnya menandatangani Daftar Pemeriksaan Nikah. Setelah itu yang bersangkutan membayar biaya administrasi pencatatan nikah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  1. Pengumuman Kehendak Nikah

  1. Pelaksanaan Akad Nikah
a.     Pelaksanaan Upacara Akad Nikah :
·         di Balai Nikah/Kantor
·         di Luar Balai Nikah : rumah calon mempelai, masjid atau gedung dll.
b.     Pemeriksaan Ulang
c.     Pemberian izin
d.     Sebelum pelaksanaan ijab qobul sebagaimana lazimnya upacara akad nikah bisa didahului dengan pembacaan khutbah nikah, pembacaan istighfar dan dua kalimat syahadat
e.     Akad Nikah /Ijab Qobul
f.      Penandatanganan Akta Nikah oleh kedua mempelai, wali nikah, dua orang saksi dan PPN yang menghadiri akad nikah.
g.     Pembacaan Ta’lik Talak
h.     Penandatanganan ikrar Ta’lik Talak
i.      Penyerahan maskawin/mahar
j.      Penyerahan Buku Nikah/Kutipan Akta Nikah.
k.     Nasihat perkawinan
l.      Do’a penutup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar